Memilih Manager Investasi tentunya sangat menentukan kinerja produk Reksa Dana yang akan dibeli . Karena itu sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi Reksa Dana, wajib bagi Anda untuk memilih manajer investasi yang berkualitas. Berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Manager Investasi:

1. Pilih yang sudah memiliki perizinan Manajer Investasi
Cara untuk mengecek apakah Manajer Investasi sudah memiliki izin atau belum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anda hanya perlu mengecek situs OJK di ww.ojk.go.id. Di dalam situs tersebut, Anda akan mendapatkan berbagai informasi, mulai dari peraturan pasar modal sampai perusahaan yang dibekukan izin usahanya.

2. Track Record dan Performance Manajer Investasi
Mengetahui seberapa kualitas manajer investasi tentunya dapat dilihat dari:
pengalaman para fund manager dan jam terbang dari Manager Investasi tersebut.
Latar belakang kepemilikan dan manajemen perusahaan yang bersangkutan. Rekam jejak perusahaan yang mencakup berapa lama perusahaan tersebut telah mengelola reksadana di Indonesia ataupun di luar Indonesia, sejak kapan perusahaan itu didirikan dan mulai mengelola reksadana dan apakah kondisi finansialnya kuat dan sehat.
Pelajari Fund Fact Sheet untuk mendapatkan informasi penting seperti kinerja produk reksadana, jumlah dana yang dikelola, dan portofolio
Perlu diperhatikan bagaimana hasil kinerja jangka panjang, tingkat konsistensi, jumlah aset yang dihimpun dan dikelola.

3. Dana kelolaan Manajer Investasi
Semakin banyak dana kelolaan (asset under management/AUM) yang dikelola, maka posisi tawar menawar manajer investasi untuk mendapatkan harga yang lebih baik saat bertransaksi akan semakin kuat. Semakin besar aset yang dikelola manajer investasi, maka akan semakin efisien pengelolaan dananya dan potensi imbal hasilnya juga akan semakin baik.

4. Jumlah Nasabah
Jumlah nasabah bisa menjadi tolok ukur tingkat kepercayaan investor kepada suatu Manajer Investasi.

5. Biaya-biaya
Dalam prospektus reksadana ada uraian yang berisi alokasi biaya dan imbalan jasa Reksa Dana. Alokasi biaya ini biasanya terbagi dalam 3 jenis, yaitu :
Biaya yang menjadi beban reksadana. Komponen biaya ini perlu diperhatikan karena akan menjadi pengurang dalam perhitungan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana, sehingga mempengaruhi potensi imbal hasil reksadana.
Biaya yang menjadi beban manajer investasi.
Biaya yang menjadi beban pemegang unit penyertaan, perlu diperhatikan berapa besar biaya pembelian (subscription) dan biaya penjualan kembali (redemption).

6. Kualitas pelayanan Manajer Investasi
Anda perlu mencari tahu kualitas pelayanan Manajer Investasi yang dapat dilihat dari kualitas informasi dan kualitas layanan nasabah (client service). Dalam hal kualitas informasi, periksa juga kualitas informasi yang diberikan oleh Manajer Investasi, dalam hal ketepatan, kemutakhiran, serta kelengkapan informasi.
Sedangkan dalam hal layanan nasabah, perhatikan apakah mereka memberi kemudahan berinteraksi, berdiskusi, serta langkah-langkah apa saja yang diambil dalam menangani masalah.

Baca juga: Bagaimana Cara Cek Keterangan Bank Kustodian dan Daftar Portofolio Aset nya?
Was this article helpful?
Cancel
Thank you!